Social Distancing terhadap Covid-19, Ini Komentar Prof. Sukri

oleh -270 views

Istilah social distancing akhir-akhir ini menjadi istilah yang sangat populer dalam pencegahan Covid-19. Guru Besar FKM Unhas, dimintai komentarnya tentang social distancing ini. Social distancing dalam bahasa Inggris diartikan sebagai jarak sosial. Dalam konteks Covid-19 ini social distancing adalah upaya untuk mengurangi penularan COVID-19 Jarak sosial melibatkan mengambil langkah-langkah untuk membatasi jumlah orang yang Anda hubungi untuk melakukan interaksi secara langsung. Ini akan membantu membatasi penyebaran COVID-19 di komunitas Anda. Jarak sosial itu menurut Prof. Sukri, misalnya bekerja dari rumah jika memungkinkan, menghindari kunjungan ke rumah kecuali kunjungan itu sangat penting, menghindari perjalanan yang tidak penting dalam komunitas, membatasi atau membatalkan pertemuan kelompok, menjaga jarak 1-2 meter (3-6 kaki) dari satu orang ke orang lain. Social distancing tidak berarti bahwa Anda harus benar-benar tinggal di rumah. Anda masih bisa keluar untuk berjalan-jalan, dan pergi ke taman dan olah raga. Jika Anda membutuhkan bahan makanan, pergi ke toko atau pasar. Kami hanya menyarankan bahwa saat berada di luar, pastikan untuk menghindari keramaian dan menjaga jarak 1-2 meter (3-6 kaki) dari orang-orang di sekitar Anda. Karena itu, bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan beribadah dari rumah itu juga adalah bentuk dari social distancing. Menurut Prof. Sukri belajar di rumah, bekerja di rumah dan beribadah di rumah berbeda artinya dengan belajar dari rumah, bekerja dari rumah dan beribadah dari rumah. Belajar dari rumah, bekerja dari rumah dan beribadah dari rumah menunjukkan ada interaksi dan melibatkan orang lain, sementara di rumah, bekerja di rumah dan beribadah di rumah lebih memberi arti tidak melibatkan interaksi dengan orang lain.

BACA JUGA:  Urgensi Partisipasi Masyarakat dalam Penanggulangan Covid-19