MENAKSIR POTENSI INFEKSI VIRUS CORONA PENYEBAB COVID-19

oleh -175 views
Prof. Anwar Mallongi, Guru Besar FKM Unhas dan Pengurus PERSAKMI Sulsel

Penilaian probabilitas terinfeksi oleh Virus SARS-CoV-2 (severe acute respiratory syndrome coronavirus 2) lebih umum disebut virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19 terhadap individu dapat dipengaruhi beberapa faktor. Penyebab utamanya yakni jumlah virusnya yang masuk, durasi kontak, kemampuan infeksi virus, system imun seseorang dan yang penting juga adalah faktor lingkungan fisik berupa menjaga jarak pisik satu dengan lainnya, pencahayaan, suhu, kelembaban dan keberadaaan air baik di drainase, danau, dan sungai karena ditemukan bahwa virus corona ini juga ditemukan pada permukaan air. Faktor Personal higiene juga seperti pembiasaan mencuci tangan, pembersihan bahan yang sering dipakai menggunakan sabun serta konsumsi makanan berprotein dan minum air hangat.
Berdasarkan beberapa faktor diatas ada beberapa individu yang paling beisiko untuk terinfeksi SARS-CoV-2, terutama mereka yang frekwensi kontaknya terlalu sering dalam waktu tertentu, seperti;

  1. Petugas kesehatan (para dokter, apoteker dan perawat dan tenaga kesehatan lainnya yang kontak langsung penderita), maka bantulah mereka dengan berbagai cara dan kemampuan.
  2. Pekerja front line: (Office boy, penjual di pasar, warung warung makan, kasir swalayan, kasir restoran cepat saji, hingga teller bank)
  3. Para guru, dosen dan para muballiq
  4. Sales dan penjual di toko toko sembako atau bahan bangunan yang ramai.
  5. Pekerja Jasa seperti jasa grab, tukang ojek, supir taksi, tukang AC, tukang ledeng dan lain sebagainya,
  6. Pemungut sampah dan pengangkut sampah yang memungkinkan kontak dengan berbagai bahan mengandung virus corona.
  7. Individu yang sering melakukan aktifitas luar rumah yang berpotensi menghirup udara yang terkontaminasi virus ini.
BACA JUGA:  Urgensi Partisipasi Masyarakat dalam Penanggulangan Covid-19

Seorang akan terinfeksi dengan syarat bahwa dia kontak langsung pada penderita yang menyebabkan virus dapat berpindah sewaktu berbicara, bersin melalui droplet atau lainnya juga kontak pada lingkungan yang terdapat virus dalam jumlah tertentu misalnya dari benda-benda yang tersentuh dan mengandung virus.
Keberadaan dan lama tinggal Virus SARS-CoV-2

SARS-CoV-2 mampu menginfeksi permukaan benda yang dipegang oleh orang terinfeksi. Dengan kata lain, virus yang ada di tubuh orang yang terinfeksi masih dapat bertahan hidup pada permukaan benda dan juga pada permukaan cairan. Keberadaan SARS-CoV-2 pada setiap bahan juga berbeda beda tergantung pada jenis bahan atau juga struktur media tersebut seperti hasil study beberapa peneliti, misalnya;

  • Pada pakaian permukaan datar dan permukaan keras lebih ramah terhadap virus daripada permukaan kain tebal atau kasar, beberapa jenis bahan dapat ditinggali virus sampai 3 jam dan pada bahan yang lebih tebal seperti bahan handuk dan karpet/sajadah tebal bisa sampai 4-7 jam.
  • Pada permukaan air, virus mampu bertahan cukup lama hingga 3-4 hari.
  • Pada bahan plastik dan baja, termasuk stainles, seng dan keramik, virus ini dapat bertahan hingga 2-3 hari.
  • Diudara virus bisa bertahan sekitar 10 hingga 30 menit, sehingga berpotensi menginfeksi individu yang berada di luar lebih besar.
  • Sedangkan bahan pada kertas, karton atau kardus dapat bertahan 24 jam. Terutama pada uang kertas yang sering dipegang sebagai media penularan virus corona yang banyak menginfeksi individu seperti yang terjadi pada banyak negara negara eropa.
BACA JUGA:  Persatuan Indonesia adalah Kunci Kemenangan Kita dalam Perang Melawan Covid-19

Jika imun individu seseorang lemah dapat akibat kelelahan atau terdapat bawaan penyakit maka potensi terinfeksi dan sakit akan menjadi lebih besar. Untuk menghindari kemungkinan terinfeksi maka setiap individu sebaiknya;

  • Menghindarkan diri berada pada area yang banyak kerumunan orang, karena kita tidak dapat mengetahui siapa orang yang mungkin sudah carrier / pembawa virus dikarenakan penderita tidak menimbulkan gejala.
  • Hindarkan diri dari percakapan berlama lama yang tidak penting terhadap lingkungan social. Kalau harus bicara maka jarak minimum adalah 1.5 m guna menghindari droplet dari lawan bicara.
  • Jauhkan diri berada pada lingkungan yang tidak bersih, pada lingkunagn yang basah dan juga pada tempat yang banyak genangan, karena virus ini juga ditemukan dan dapat hidup pada permukaan air, seperti di permukaan danau, sungai dan juga drainase drainase yang lebih sering menjadi tempat pembuangan limbah.

Pencegahan lain yang baik dilakukan adalah:

  • Tetaplah beraktifitas dirumah;
  • Pembersihan / desinfektasi pada bahan bahan yang sering disentuh, tempat yang langsung kontak dengan lingkungan luar, dan juga hindarkan tempat beradanya virus, seperti halaman depan rumah
  • Bersihkan seluruh badan dan ganti pakaian setiap selesai aktifitas luaran yang dianggap sempat kontak pada lingkungan yang ramai.
  • Lebih baik tinggal di rumah bersama keluarga, dari pada tinggal di rumah sakit sendiri tanpa penjaga.
BACA JUGA:  Tahap 2: FKM Unhas Peduli Dampak Covid-19

Penulis: Prof, Anwar Mallongi, Guru Besar FKM Unhas dan Pengurus PERSAKMI Sulsel