Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Membuka WSPC Tingkat Nasional BEM FKM Unhas

oleh -593 views

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin menggelar Winslow Scientific Paper Competition (WSPC) Tingkat Nasional. Di tengah pandemi Covid-19, kegiatan tahunan ini sejatinya dilakukan dalam bentuk presentasi secara langsung tetapi karena wabah Corona akhirnya harus disesuaikan dan dilakukan dalam bentuk online.

Presiden BEM FKM Unhas, A. Muh. Cipta Prawira P dalam sambutannya menyampaikan bahwa di tengah-tengah pandemi Covid-19, kita masih bisa berkontribusi dalam bentuk lahirnya karya pemikiran mahasiswa dalam mengatasi triple burden diseases. Atas nama panitia juga saya ingin menyampaikan permohonan maaf karena sejatinya kegiatan ini dilakukan beberapa waktu yang lalu dan dilakukan presentasi secara langsung, namun karena situasi tidak memungkinkan sehingga harus dilakukan dalam bentuk online. Kami berharap bahwa mereka yang masuk finalis baik lomba essay maupun lomba karya tulis ilmiah tidak mengurangi semangat teman-teman untuk mengikuti lomba tersebut. Kegiatan lomba ini dijadualkan selama dua hari yaitu Sabtu-Minggu, 25-26 April 2020.

Dekan FKM Unhas, Dr. Aminuddin Syam, SKM, M.Kes., M.Med.Ed, dalam sambutannya mengatakan bahwa terima kasih kepada adik-adik BEM yang terus mencatat prestasi kemahasiswaannya. Jadi kegiatan ini bukan kompetisi tetapi ini adalah lomba. Menurut dekan, kita ini suasananya lomba yaitu dilakukan dengan kegembiraan, keelokan dan memilih yang terbaik. Jadi semua yang masuk ke dalam finalis ini adalah orang atau tim yang terbaik tetapi harus dipilih terbaik dari yang terbaik. Bedanya dengan kompetisi, kompetisi itu melahirkan menang dan kalah. Ini kurang bagus. Yang diharapkan ke depan adalah orang berkolaborasi. Dalam sambutan itu pula, dekan FKM Unhas mengusulkan kepada Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Hasanuddin agar lomba yang dilakukan oleh BEM FKM Unhas ini yang cenderung dilakukan tiap tahun, agar dinaikkan levelnya menjadi lomba yang dilakukan oleh tingkat universitas dan FKM Unhas menjadi pelaksana. Jumlah program studi dan institusi atau Perguruan Tinggi Kesehatan Masyarakat di Indonesia cukup banyak dan ini melebih dari jumlah program studi pada fakultas dan keilmuan yang melakukan serupa ini. Jadi sangat wajar kalau ini didorong menjadi program nasional dan FKM Unhas bersedia menjadi pelasana. Dekan juga menyampaikan terima kasih kepada panitia yang telah sukses menyelenggarakan kegiatan ini.

BACA JUGA:  Departemen Sosek Peternakan Fakultas Peternakan Unhas Gelar Seminar Online tentang Akselerasi Agribisnis di Era New Normal Pasca Covid-19

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. drg. Andi Arsunan Arsin, M.Kes., mengatakan bahwa kegiatan ini saya sudah laporkan ke ibu rektor dan beliau merasa senang dengan kegiatan yang dilakukan oleh BEM FKM Unhas. Betul, bahwa saat ini Indonesia mengalami triple burden diseases. Indonesia masih belum mampu menyelesaikan masalah penyakit infeksi misalnya Malaria Tuberkulosis. Ini adalah beban pertama. Beban kedua adalah penyakit tidak menular misalnya jantung, stroke, diabetes mellitus. Beban ketiga adalah munculnya penyakit baru yang disebut new emerging infectious disease misalnya SARS, H1N1 dan termasuk hari ini masalah yang kita hadapi adalah Covid-19. Jadi tema yang diangkat dalam kegiatan ini sangat relevan. Tentang masukan dari dekan FKM Unhas tentang harapan agar WSPC ini menjadi program Unhas pada skala yang lebih luas, insha Allah akan didiskusikan lebih jauh oleh tim.

Hadir juga dalam pembukaan WSPC ini adalah Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan FKM Unhas, Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes., MSc.PH, PhD, para peserta finalis dari berbagai peserta di Indonesia. Untuk LKTI 10 finalis meliputi Universitas Sriwijaya, Universitas Islam Indonesia, Universitas Brawijaya Malang, Institut Teknologi Bandung, Universitas Haluoleo, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Semarang, Politeknik Kesehatan Kendari dan Politeknik Negeri Jember, sementara 10 finalis lomba essay meliputi Institut Teknologi Bandung, Universitas Brawijaya, Universitas Andalas, Universitas Hasanuddin, Universitas Sriwijaya, Universitas Jember, dan Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi. Selain itu juga hadir para dewan juri. Sampai berita ini diturunkan kegiatan masih berlangsung.

BACA JUGA:  PERSAKMI Sulsel Minta Plt Walikota Makassar Tegakkan PSBB