FKM Unhas Berpartisipasi Aktif dalam APACPH International Webinar on Covid-19

oleh -433 views
Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes., MSc.PH, PhD

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin sebagai anggota Asia Pacific Academic Consortium for Public Health (APACPH) berpartisipasi aktif dalam kegiatan International Webinar on Covid-19 yang bertemakan breaking the transmission chain through community participation. Kegiatan ini berlangsung Kamis, 30 April 2020 pukul 09.00 pagi waktu India atau pukul 11.30 WITA diwakili oleh Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes., MSc.PH, PhD, sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan FKM Unhas. Kegiatan ini live from Wijerama House kerjasama dengan Sri Lanka Medical Association.
Sekitar 540 peserta mengikuti webinar ini yang berasal dari berbagai universitas dalam rumpun asosiasi public health di berbagai negara.

Beberapa negara yang hadir meliputi Australia, China, Hongkong, Malaysia, Taiwan, Singapura, Sri Lanka, Philipina, Colombo, Nepal, India dan Indonesia sendiri. Hadir sebagai pembicara-pembicara kunci misalnya Prof. Collin Binss dari Australia, Prof. Wahyun Low dari Malaysia, Prof. Gordon Liu dari China, Letnan Jenderal Shavendra Silva dari Sri Lanka. Sangat banyak pertanyaan yang diajukan oleh peserta webinar. Karena jumlahnya sangat banyak, maka pertanyaan diajukan lewat fasilitas chat webinar. Beberapa pertanyaan dan komentar dari peserta misalnya peserta menanyakan mengenai bagaimana mengatur kelompok beragama dalam melakukan aktivitas agama, bagaimana peranan Puskesmas (primary health care) dalam pengendalian Covid-19, bagaimana Sri Lanka menangani kelompok berisiko atau rentan misalnya peminta-minta, dan kelompok refugee, berapa testing yang dilakukan setiap hari. Prof. Sukri juga menyampaikan beberapa pandangan atau pertanyaan berkaitan dengan pengalaman negara-negara anggota sebagai praktek terbaik di dalam menurunkan dan mengendalikan Covid-19, dan siapa yang merupakan front line dalam mengendalikan Covid-19 ini. Peserta dari Taiwan juga menyampaikan informasi bahwa saat ini sedang mengembangkan vaksin untuk Covid-19 dan diharapkan ini bisa menjadi kenyataan pada bulan September 2020.

BACA JUGA:  Aksi Sosial Persakmi Morowali Terus Melawan Covid-19

Secara keseluruhan bahwa setiap negara memiliki pengalaman berbeda dalam mencegah dan mengendalikan Covid-19 ini termasuk jumlah penduduk, karakterisitik penduduk, sosial ekonomi penduduk dan sistem pemerintahan. Sri Lanka banyak memberikan kesempatan TNI untuk mengendalikan Covid-19. Hal ini terbukti hadirnya Letnan Jenderal sebagai salah satu narasumber dari international webinar ini. Meskipun demikian terdapat beberapa persamaan pandangan diantara para pembicara tentang pentingnya kepatuhan masyarakat, contact tracing yang banyak dilakukan oleh para public health profesional dan epidemiolog dalam melakukan testing. Issue lockdown juga menjadi issue yang sangat penting bagi negara-negara tersebut.