TIM PENELITI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LORONG FKM UNHAS, INI YANG DILAKUKAN OLEH TIM

oleh -130 views

Sabtu,18 Juli 2020, rangkaian tahap awal dari penelitian mengenai “Model Pemberdayaan Masyarakat lorong di Kota Makassar” yang diketuai oleh Prof. Sukri Palutturi, SKM., M.Kes., M.Sc.PH. Ph.D., melanjutkan kegiatan berkaitan dengan survey terkait jumlah dan kondisi lorong di 2 kecamatan di Kota Makassar yaitu Kecamatan Ujung Tanah dan Kecamatan Rappocini.

Lokasi survey lorong tersebut berada pada Kecamatan Ujungtanah Kota Makassar, menyasar empat kelurahan di bawah wilayah kerja Puskesmas Pattingalloang yaitu Kelurahan Pattingalloang, Kelurahan Pattingalloang Baru, Kelurahan Cambaya, dan Kelurahan Cambaya Berua. Pemilihan lokasi Kecamatan Ujungtanah ini berdasarkan keaktifan kecamatan tersebut dalam pegembangan lorong, serta wilayah Kecamatan Ujungtanah merupakan kecamatan yang padat penduduk sehingga memiliki karakteristik wilayah pemukiman yang terdiri dari banyak lorong dikawasan pesisir Kota Makassar.

Sementara lokasi survey kedua berada pada wilayah kerja Puskesmas Kassi-Kassi Kecamatan Rappocini dengan jumlah 6 kelurahan yang terdiri dari Kelurahan Kassi-Kassi, Kelurahan Mappala, Kelurahan Banta-Bantaeng, Kelurahan Tidung, Kelurahan Bontomakkio, Kelurahan Karunrung. Terpilihnya lokasi survey ini berkaitan juga dengan keaktifan kelurahan tersebut dalam pengembangan lorong, bahkan beberapa lorong yang berada di beberapa kelurahan dijadikan percontohan dalam pengembangan lorong sehat. Selain itu,keenam kelurahan tersebut juga termasuk dalam kelurahan yang padat penduduk tetapi karakteristik wilayah lorong yang bersih dan terawat.

BACA JUGA:  Dies Natalis Unhas ke-64; Departemen K3 FKM Unhas gelar Webinar Internasional

Hingga hari ini telah tercatat 60 lorong yang terdata dalam survey ini di empat kelurahan Ujungtanah dan Rappocini penginputan data lorong masih berlanjut pada system. Selanjutnya seluruh hasil survey lorong yang dilakukanakan dijadikan populasi dalam penelitian kemudian akan tarik sampel beberapa lorong untuk menjadi objek model pengembangan masyarakat lorong Kota Makassar. Ketua Tim Peneliti berharap agar seluruh tahapan survei sudah selesai paling tidak minggu ketiga Juli 2020 sehingga proses kegiatan lainnya dapat berlanjut sesuai tahapan penelitian pada minggu ketiga ini pula dijadualkan untuk melakukan Focus Group Discussion bersama dengan kepala kecamatan, kepala Puskesmas, lurah, RT/RW dan juga kelompok kerja Kota Sehat.