Departemen Sosial Ekonomi Peternakan Unhas Melakukan Pengabdian kepada Masyarakat dengan tema “Penguatan Kapasitas Peternak/ Kelompok Tani dalam Adopsi Teknologi”

oleh -36 views

Departemen Sosial Ekonomi Peternakan Fakultas Peternakan Unhas melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa barana Kec. Bangkala Barat Kab. Jeneponto pada hariKamis, tanggal 10 Desember 2020.  Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Departemen Sosek Peternakan Unhas, Dr. Ir. Aslina Asnawi, S.Pt., M.Si., IPM. Setelah memberikan kata pengantarkepada peserta selanjutnya dilakukan pembagian beberapamasker kepada peserta sebagai bentuk penerapan protokolkesehatan Covid 19 ini.

Salah satu tokoh masyarakat yaitu Drs. Muh. Basir Dg. Situjumewakili kepala desa setempat menyambut baik kedatangan timPengabdian Departemen Sosial Ekonomi Peternakan Unhas dan berharap bahwa kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagimasyarakat setempat khususnya bagi peternak.  Kegiatan inidipandu oleh Dr. Ir. Siti Nurlaelah, S.Pt., M.Si., IPM dan tampilmemberikan materi mewakili Departemen Sosek Peternakan adalah Dr. Ir. Agustina Abdullah, S.Pt., M.Si. PenguatanKapasitas Peternak/ Kelompok Tani dalam Adopsi Teknologimerupakan judul materi yang disampaikan oleh Agustina. Diawal penjelasan beliau menyampaikan tentang bagaimanapendekatan masyarakat dapat dilakukan dengan pendekatankelompok tani.  Lebih lanjut dijelaskan bahwa kelompok tanidapat didefinisikan sebagai Sekumpulan keluargapetani/peternak di satu wilayah yang memiliki tujuan, kebutuhandan kepentingan yang sama serta memiliki komitemen bersamadalam proses pencapaian tujuan kelompok.

Pendekatan pemberdayaan peternak melalui pendekatankelompok tani yang anggotanya adalah beberapa peternak dapatdilakukan karena memiliki sasaran, keinginan, tujuan, kebutuhan, kerjasama dan pepentingan yang sama.  Pemberdayaan  peternak dengan pendekatan kelompok pentingkarena jika dilakukan secara sendiri-sendiri masyarakat  sulit dapat memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya; Lingkup bantuan menjadi terlalu luas jika penanganannya dilakukan secara individu; dan Pendekatan kelompok ini paling efektif, dan jika dilihat dari penggunaan sumber daya juga bisalebih efisien.

Dalam keanggotaan kelompok tani, anggota kelompokmerupakan modal dasar kelompok, Jumlahnya ditentukan oleh kelompok bukan oleh keputusan proyek, Keanggotaankelompok bersifat sukarela tanpa paksaan, setiap anggotamempunyai potensi, dan unsur keswadayaan sangat pentingdalam penumbuhan kelompok.

Lebih lanjut dikemukakan bahwa substansi organisasi kelompoktani adalah bagaimana aturan-aturan yang telah ada dapatdijalankan dengan konsisten, bagaimana pengurus dapat menjadipenggerak bagi anggotanya, bagaimana anggota memilikikepercayaan terhadap kelompoknya, bagaimana anggota dapatberperan secara aktif dalam memajukan kelompoknya, dan seberapa jauh kelompok mampu memberikan manfaat pada setiap anggotanya.

Dalam pengembangan usaha peternakan sapi potong maka perluada teknologi sehingga diharapkan adopsi teknologi di kelompok peternak. Pemahaman tentang inovasi itu pentingkarena inovasi itu harus diadopsi oleh orang-orang yang memerlukan, artinya inovasi itu harus dapat diterima dan diterapkan oleh orang-orang yang bersangkutan. Jika adopsi itu tanpa diadopsi oleh orang-orang yang memerlukan artinya orang-orang yang bersangkutan itu tetap menggunakan cara atau alat lama. Jika hal ini terjadi tentu tidak ada hal yang baru maka mutu dan jumlah hasil kerjanya juga sama seperti sebelumnya, tak ada perbaikan. Tak ada perbaikan berarti tak ada pembangunan.

Beberapa contoh teknologi dalam pengembangan sapi  potongadalah teknologi pengolahan limbah pertanian sebagai pakan, teknologi pengolahan limbah ternak sebagai biogas, teknologi pengolahan limbah ternak sebagai pupuk cair dan teknologi pengolahan limbah ternak sebagai pupuk kandang. kompos.

Dalam adopsi tekonoogi ada 4 tahap yaitu: tahap awareness, tahap interest, tahap evaluation dan tahap trial dan adopsi.  Adopsi teknologi penting dalam rangka peningkatanproduktivitas ternak yang pada akhirnya meningkatkankesejahteraan peternak. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi inovasi adalah 1) karakteristik inovasimeliputi keunggulan realtif, kompatibilitas, kerumitan, kemampuan diuji dan kemampuan diamati.  Saluran komunikasiyang meliputi saluran komunikasi massa dan salurankomunikasi interpersonal. Sistem sosial meliputi: struktur sosial, norma sistem, pemimpin opini dan agen perubah. Demikianrangkaian materi yang dijelaskan secara detail oleh Dr. Agustina Abdullah.  

Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, peternak, KeluargaPemuda Pemudi Julukanayya (KPJ) desa Barana kurang lebih 40 orang. Tim Departemen Sosek Peternakan sebanyak dua belasorang dari Departemen Sosial Ekonomi Peternakan Unhas yaituDr. Ir. Aslina Asnawi, S.Pt., M.Si., IPM sebagai ketua tim dan anggotanya yaitu: Dr. Ir. Siti Nurlaelah, S.Pt., M.Si., Prof. Dr. Ir. Hastang, M.Si., IPU, Dr. Ir. A. Amidah Amrawaty, S.Pt., M.Si., IPM , Dr. Syahdar Baba, S.Pt., M.Si., Dr. Ir. Agustina Abdullah, S.Pt., M.Si., IPM.., Dr. Ir. Ikrar Moh. Saleh, M.Sc., Dr. Ir. Ilham Rasyid, M.Si., IPM., AER., Ir. Veronica Sri Lestari, M.Ec., IPM., Dr. Ir. Syahriadi Kadir, M.Si., Dr. Kasmiyati Kasim, S.Pt., M.Si., Ilham Syarief, S.Pt., M.Si., dan Prof. Dr. Ir. Rr. Sri Rachma Aprilita Bugiwati, M.Sc mewakili DepartemenProduksi Ternak Fakultas Peternakan.  Kegiatan ini juga dihadirioleh Ketua DPC Himpunan Peternak Domba KambingIndonesia Kab. Jeneponto, Supriyadhi Dg. Bani. Pada masa yang akan datang, diharapkan bahwa aktivitas kelompok taniternak dapat terus meningkat dan menjadikan kelompok tersebutsebagai tempat untuk bertukar informasi dan dapat mempercepatadopsi teknologi bagi peternak.  Oleh karena itu dalamksempatan itu Agusitna menutup materinya denganmenghimbau agar KPJ sebagai kaum anak muda dapat menjadiinisiator dikelompoknya untuk hal-hal yang bermanfaatsehingga dapat mempercepat dan meningkatkan aktivitasperekonomian di daerah tersebut.  

BACA JUGA:  Tim Fakultas Peternakan Unhas Gelar Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat