Kinerja Kemahasiswaan FKM Unhas Melampaui Target: Ini Harapan Para Dosen dan Mahasiswa

oleh -63 views

Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin menggelar rapat evaluasi akhir tahun. Kegiatan ini berlangsung secara daring pada hari Rabu, tanggal 30 Desember 2020.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan FKM Unhas, Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes., MSc.PH, PhD memaparkan target dan capaian kinerja fakultas. Hampir semua indikator-indikator kinerja terlampaui. Misalnya jumlah mahasiswa dan alumni berwirausaha. Dari 6 target yang ditetapkan, pencapaian sampai 51 orang mahasiswa. Jenis wirausaha ini adalah sangat sederhana misalnya jual kue, pulsa, usaha penjualan bunga, pakaian dan sebagainya, tetapi paling tidak bagi mereka sudah mulai muncul jiwa kewirausahaan bagi mahasiswa. Ke depan, lanjut Prof. Sukri yang pernah menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa FKM Unhas periode 1996-1997, mengatakan bahwa fakultas akan menyiapkan dana reward atau stimulan bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan wirausaha. Tentu mungkin jumlahnya tidak banyak tetapi ini akan menjadi bukti kepedulian fakultas bagi mereka. Kinerja lainnya adalah prestasi jumlah mahasiswa yang meraih kejuaraan pada tingkat nasional dan internasional dimana dari 7 yang ditargetkan dapat mencapai 22 prestasi dari berbagai event. Umumnya kegiatan yang diikuti mahasiswa adalah misalnya Lomba Karya Tulis Ilmiah, Lomba Essai, Lomba Desain Poster, Debat Mahasiswa, Lomba Seni Solo dan Dangdut dan berbagai lomba lainnya. Jumlah medali yang diperoleh dari 4 yang ditargetkan dapat mencapai 11 medali terdiri dari 4 emas, 4 perak dan 3 perunggu. Selanjutnya prestasi lainnya adalah jumlah mahasiswa yang melakukan outboudstudent exchange baik dalam negeri maupun luar negeri juga sangat meningkat tajam.
Selanjutnya Prof. Sukri menanmbahkan ada beberapa program ke depan yang perlu diperkuat misalnya terbentuknya Pojok PKM, Pojok Kewirausahaan. Mengapa hal ini penting ini untuk mendorong mahasiswa mengembangkan penalaran khususnya Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) demikian juga Kewirausahaan. Tahun 2020 ini FKM Unhas hanya mampu tembus sampai pada proposal pembiayaan dikti. Tentu ini juga usaha yang laur biasa karena sebelumnya memang sangat terbatas. Selain itu, mendorong kembali program peningkatan bahasa Inggris mahasiswa melalui Winslow English Club (WEC). Kegiatan sebelumnya biasanya berupa simulasi singkat tentang TOEFL atau IELTS. Ke depan ini kita berharap pembelajaran bahasa Inggris, bisa lebih sistematis. Beasiswa mahasiswa juga sangat terbatas terutama dalam masa pandemi ini, baik beasiswa yang bersumber dari dikti maupun beasiswa yang bersumber dari pemerintahd daerah.
Terlepas dari prestasi tersebut, ada banyak masukan dari para dosen dan mahasiswa ke depan. Yahya Thamrin, SKM, M.Kes., MOHS, PhD menyampaikan beberapa masukan misalnya bagaimana pengembangan himpunan mahasiswa jurusan integrasi dengan lembaga kemahasiswaan, juga keberadaan Forum Mahasiswa Pascasarjana apakah ada di tingkat Universitas Forum Pascasarjana atau ada di fakultas. Beliau juga menyarankan untuk memantapkan persiapan mahasiswa berprestasi dan harus lebih teliti juga mengenai Riset Tanoto dimana mahasiswa kita masih sangat jarang terlibat. Dr. Apik Indarty, SKM, M.Kes. juga memberikan masukan mengenai PKM dimana perlu mengkaji ulang proposal mahasiswa sebelumnya yang tidak lolos, persyaratan/kriteria untuk PKM dan melihat faktor hambatan mahasiswa yang tidak lolos seleksi tersebut. Kita juga perlu mengapresisasi bagi mahasiswa yang menulis PKM dan pentingnya group untuk informasi khusus PKM. Dosen lainnya adalah Fajar Natsir, SKM, M.Kes. Beliau menyarankan bahwa bagaimana menggerakkan mahasiswa baru untuk terpapar PKM untuk menjadi anggota minimal semester 2, dan semester 4 sudah bisa menjadi ketua, dan perlu dilakukan seleksi internal ditingkat FKM. Unit PKM dan PMW keterlibatan dosen dan mahasiswa termasuk mahasiswa baru sangat diharapkan. Sementara Muhammad Rachmat, SKM, M.Kes. yang juga sekaligus bertindak sebagai moderator pada kegiatan tersebut menyarankan bahwa berkaitan dengan PKM dimana kelemahan mahasiswa FKM di bagian metode. Perlu keterlibatan Tim Pakar untuk menggali topik PKM, mengadakan sosialisasi PKM ke para dosen dan juga perlunya Tracer Study dan Pendataan Alumni melalui Web untuk alumni secara khusus. Selanjutnya dosen lainnya yang memberikan masukan adalah Andi Wahyuni, SKM, M.Kes. Beliau memberikan masukan berkaitan dengan pola mengikutsertakan seluruh mahasiswa mengikuti PKM/PMW. Inovasi/kreativitas sudah bagus, namun mahasiswa bingung untuk berkonsultasi kepada siapa dosen yang memiliki kompetensi. FKM harusnya memiliki tempat dan jadwal untuk bertemu (Pojok PKM FKM) dan Tim yang disetting dari fakultas yang potensial dan dibimbing oleh dosen yng memiliki kemampuan dibidang tersebut.
Selain dosen memberikan masukan, juga beberapa mahasiswa yang hadir dalam meeting zoom tersebut. Renaldi dan juga sebagai Presiden BEM FKM Unhas menyarankan mengenai perihal UKT, keluhan mahasiswa (beasiswa) cukup banyak terutama dalam masa pandemi ini dimana semua mahasiswa menerima dampaknya. Juga dukungan dari fakultas tentang pengkaderan angkatan 2020, dengan konsep yang berbeda dengan tahun sebelumnya. Sementara Aisyah mahasiswa FKM Unhas yang lolos PKM memberikan masukan dimana pendampingan Mahasiswa di FKM masih kurang maksimal dan rata-rata yang menjadi juara selama ini umumnya ide PKM berasal dari ide-ide dari dosen yang diberikan ke mahasiswanya.
Hampir semua departemen dan perwakilan departemen hadir dalam pertemuan zoom tersebut. Demikian juga dari unsur mahasiswa yang memiliki pengalaman PKM, BEM, Maperwa, Hima Kesmas dan Gizi dan juga Mushallah FKM Unhas.

BACA JUGA:  Mahasiswa FKM Unhas Siap Raih Juara pada LKTMI Nasional