Ratusan Mahasiswa FKM Unhas Ikut Japan-Malaysia-Indonesia (JMI) Online Cultural Exchange Program 2021

oleh -185 views

Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin sangat antusias mengikuti Japan-Malaysia-Indonesia (JMI) Online Exchange Program 2021. Hal tersebut ditandai dengan ratusan mahasiswa yang mendaftar dan mengkonfirmasi ke fakultas untuk mengikuti kegiatan tersebut. Kegiatan yang dilakukan oleh Explorimba Club UMK yang menakankan pada ‘Program Pertukaran Budaya Online Jepang-Malaysia-Indonesia (JMI) 2021’ dijadualkan berlangsung pada Senin-Selasa, tanggal 4-5 Januari 2021. Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan paparan kepada para mahasiswa tentang budaya dan bahasa yang berbeda, serta membangun kerjasama antar universitas dari berbagai belahan dunia.

 

Adapun rundown acara yaitu hari 1 (04 Januari 2021) dimulai dengan upacara pembukaan, pengenalan program mobilitas, sesi 1, dilakukan oleh perwakilan dari Universiti Malaysia Kelantan, Malaysia, sesi 2, dilakukan oleh perwakilan dari Universitas Hasanuddin, Indonesia dan sesi 3, dilakukan oleh perwakilan dari Universitas Mie, Jepang. Selanjutnya dilakukan sesi tanya jawab. Selanjutnya hari ke-2 (05 Januari 2021) akan dijadualkan seni kreatif dan berbagi olahraga terkenal di negara tersebut dan upacara penutupan.

 

Mahasiswa FKM Unhas sangat senang mengikuti kegiatan tersebut. Menurut Fatin, mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat angkatan 2020 mengatakan bahwa setelah mengikuti webinar tadi, saya mengetahui budaya-budaya yang ada di Malaysia dan Jepang. Ternyata Malaysia juga memiliki banyak budaya dan ada beberapa makanan Malaysia yang juga merupakan Makanan Indonesia, diantaranya ada sate dan rendang dan sebagainya. Rahmah Dini Irhamna P mengatakan bahwa setelah mengikuti seminar tadi, pesan dan kesan yang dapat saya tangkap adalah kita mempelajari begitu banyak budaya. Salah satunya budaya yang masih ada di jepang hingga kini, setiap musim panas mereka mengadakan festival dan menyalakan kembang api. Selain itu saya juga mempelajari bahwa kimono dan yukata memiliki perbedaan, kimono terkesan lebih formal sedangkan yukata lebih casual. Putri Kumala Sari menambahkan setelah mendengarkan materi tadi saya mendapatkan informasi baru mengenai budaya yang ada di Malaysia dan Jepang. ternyata ada beberapa budaya, makanan, dan suku yang terdapat di Malaysia juga ada di Indonesia seperti kuda kepang yang ada di Malaysia sedangkan di Indonesia dinamakan kuda lumping. Adapun makanan rendang dan satay  dan suku Minangkabau juga terdapat di Malaysia.

BACA JUGA:  Persakmi Sulsel adakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Penyelenggara Kota sehat di Indonesia melalui Daring

 

Selain itu, mahasiswa dari Program Studi Ilmu Gizi FKM Unhas juga banyak yang ikut. Salah satu diantaranya adalah Wa Ode Safira Rahmawati. Saat diminta tanggapannya dia mengatakan bahwa sangat menyenangkan, bisa berbicara dengan orang-orang di berbagai negara.. Mereka juga memberikan jawaban yang jelas mengenai pertanyaan-pertanyaan tentang kebudayaannya dan saya jadi tau kalau orang-orang luar ternyata banyak yang menikmati juga musik Indonesia dan budaya Indonesia. Saya pribadi senang sekali sama acara tadi, tidak membosankan sama sekali dan menantikan acara besok. Putri mengatakan sangat menyenangkan dan paling menarik pembahasan seputar kebudayaan. Acaranya juga tidak membuat jenuh karena mengajak partisipan untuk aktif bertanya dan memperkenalkan budaya di negaranya. Saya juga mengetahui budaya negara lain. Asnidar menilai sangat seru, banyak hal-hal baru yang saya peroleh dari event tadi seperti contoh tentang, ternyata di Malaysia banyak suku bugis, penggunaan nama bin dan binti di Malaysia, makanan-makanan rekomendasi dari Jepang dan masih banyak lagi. Dan juga selama event berlangsung, komunikasi antar peserta sangat baik, humble, friendly, selera humor yang sefrekuensi, dll. Selama proses tanya jawab tentang culture di negara masing-masing juga seru karna komunikasi terjalin dua arah jadi tidak kaku.

BACA JUGA:  Panglima TNI: Filipina Janji Bebaskan Lima WNI yang Disandera Abu Sayyaf

 

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan FKM Unhas, Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes., MSc.PH, PhD yang dimintai tanggapannya mengatakan bahwa mahasiswa FKM Unhas sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Beliau mengatakan bahwa sangat lambat sebetulnya informasi ini diperoleh, namun setelah diketahui Wakil Dekan Kemahasiswaan yang pernah menjadi Ketua Senat Mahasiswa FKM Unhas pada masanya langsung menyosialisasikan kepada mahasiswa melalui grup-grup WA mereka dan ternyata mahasiswa sangat merespon kegiatan tersebut. Kegiatan seperti ini penting untuk dipahami oleh mahasiswa, selain untuk kepentingan saling memahami budaya diantara mereka, mahasiswa kita dipersiapkan menjadi generasi yang dipersiapkan bisa memahami keberagaman. Mereka bisa lanjut studi pada jenjang yang lebih tinggi dan memperkuat jejaring pada rumpun negara-negara tersebut, tutupnya.