FKM Unhas Gelar Workshop Penyusunan RPS

oleh -37 views

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin menggelar Workshop Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Kegiatan ini direncanakan berlangsung selama 2 hari yaitu Jumat-Sabtu, 5-6 Februari 2021.

Ketua Panitia Prof. Dr. Hasanuddin Ishak, MSc., PhD yang juga sekaligus sebagai ketua GPM FKM Unhas melaporkan beberpa hal. Pertama bahwa workshop yang dilakukan pada hari ini bertujuan untuk menyesuaikan kembali format dan konten dari RPS tersebut berdasarkan hasil review bahwa cukup beragam dalam penyusunan RPS tersebut baik dari sisi format maupun beberapa aspek lainnya yang masih kurang misalnya rubrik penilaian. Tentu para penanggung jawab mata kuliah dan tim bagaimana menyesuaikan RPS yang sebenarnya. Jadi kegiatan ini adalah tindak lanjut dari kegiatan pertemuan-pertemuan sebelumnya.

Lebih lanjut, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin yang dalam hal ini diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Research dan Inovasi, Ansariadi, SKM, MSc.PH, PhD menyampaikan terima kasih kepada bapak/ibu para peserta workshop demikian pula para narasumber yang telah berkenan hadir ikut membantu dalam penyusunan RPS di FKM Unhas. Diakui memang bahwa 2 tahun terakhir, kami FKM Unhas fokus melakukan perbaikan berkaitan dengan learning outcome, RPS, lakukan proses review, yang kurang terus diperbaiki dan diperbaiki terus dan alhamdulillah RPS yang kami susun relatif sudah mendekati sempurna, namun masih beberapa aspek yang perlu diperbaiki kembali. Kalau format sudah sesuai, maka yang paling penting juga adalah kontent atau materi yang diberikan, demikian pula mengenai rubrik penilaian.

BACA JUGA:  Dies natalis FKM Unhas ke-38: launching program Kegiatan Hafidz Qur’an

Setelah acara pembukaan, dilanjutkan dengan pemberian materi yang dipandu oleh Muhammad Rachmat. Sebagai pengantar beliau menyampaikan bahwa berdasarkan hasil review RPS, ada beberapa hal yang ditemukan berbeda misalnya banyak RPS yang belum ditulis dengan baik, uraian dimensi pengetahuan, sikap dan perilaku yang dinyatakan dalam satu kalimat dan ada juga yang dirinci secara terpisah, demikian pula misalnya mata kuliah tatap muka yang ditulis tatap muka 1-3 yang ditulis dalam satu baris, yang seharusnya mungkin bisa diurai lebih detail materi apa yang diberikan pada tiap pertemuan sehingga lebih mudah alat ukurnya. Itulah beberapa aspek yang juga menjadi hal yang perlu mendapatkan klarifikasi.

Materi yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Musrizal Muin, MSc berkaitan dengan Penyusunan CPL, CPMK dan Sub-CPMK dan Penyusunan RPS. Prof. Musrizal mengatakan bahwa kurikul, RPS dan proses pembelajaran adalah satu rentetatan yang perlu diperbaiki satu dengan yang lain. Kurikulum ini mengatur bagaimana capaian pembelajaran lulusan, bahan kajian, proses pembelajaran dan proses penilaian atau assessment dan ini merupakan pedoman penyelenggaraan program studi. Sementara RPS merupakan rencana dan pengaturan mengenai cara pemenuhan capaian pembelajaran lulusan, menggunakan bahan kajian yang relevan, dengan strategi/metode pembelajaran yang tepat dan melalui penilaian/assessment yang benar dan ini merupakan penyelenggaraan pembelajaran mata kuliah. Karena itu, dalam proses pembelajaran keterlibatan dosen, mahasiswa dan sistem pendukung.

BACA JUGA:  Panglima TNI: Filipina Janji Bebaskan Lima WNI yang Disandera Abu Sayyaf

Materi selanjutnya dibawakan oleh Dr. Ir. Triyatni Martosenjoyo, MSi dengan materi berkaitan dengan Penyusunan Rubrik Penilaian. Sesi ini dimoderatori oleh dr. M.   Furqaan Naiem, MSc., PhD. Ibu Tri memaparkan bahwa salah satu kolom dari RPS itu adalah berkaitan dengan penilaian. RPS ini bukan hal yang baru, namun jarang kita perhatikan dengan baik karena itu kita butuh latihan. Pembelajaran itu adalah fokusnya adalah mahasiswa dimana permintaan akan keterampilan dan kompetensi baru, mobilitas dan pengakuan (rekognisi). Karena itu, untuk mengukur maka perlu mengetahui capaian pembelajaran, ada penyelarasan dengan penilaian. Capaian pembelajaran berkaitan dengan apa yang kita harapkan dari mahasiswa bisa mengetahui, mengerti, dan atau menunjukkan setelah selesai belajar, dan penilaian berkaitan dengan bagaimana kita tahu bahwa mahasiswa mengetahui dari capaian pembelajaran tersebut. Penilaian itu adalah bahwa setiap prosedur yang digunakan untuk memperkirakan mahasiswa belajar untuk tujuan apapun yaitu mencapai CPL-CPMK-Sub CPMK. Disitulah pentingnya rubrik. Rubrik ini adalah alat yang mencantumkan kriteria untuk sebuah karya atau yang penting. Sebagai contoh sebuah rubrik untuk esai dapat memberitahu mahasiswa bahwa pekerjaan mereka akan dinilai berdasarkan tujuan, organisasi, detail, pendapat, dan seluk beluk terkait dengan topik esai tersebut. Mengapa rubrik diperlukan. Rubrik membantu mahasiswa dan dosen mendefinisikan kualitas, mereka tahu apakah sudah menyelesaikan pembelajaran, mahasiswa bisa memperkirakan nilai yang diperoleh tidak berjarak jauh dengan perkiraan nilai dari dosen, mengurangi waktu dosen menilai pekerjaan mahasiswa dan bahkan orang tua tahu persis apa yang perlu dilakukan anak mereka untuk menjadi sukses dalam pembelajaran. Peserta sangat aktif mengikuti workshop ini baik dari materi pertama maupun materi yang kedua.

BACA JUGA:  Masamba bangkit bersama Unhas: Tim Dies Natalis ke-64 Unhas memberikan Bantuan kepada Korban Banjir Masamba

Workshop akan dilanjutkan Sabtu, 6 Februari 2021 dengan materi hasil review RPS mata kuliah Prodi S1 Kesmas, S1 Ilmu Gizi, S3 Ilmu Kesmas, S2 Ilmu Kesmas, S2 ARS dan S2 K3. Sampai berita ini diturunkan, workshop masih berlangsung.